Ada benjolan di Vulva ? Hati-hati Gejala Kanker Vulva

WhatsApp Image 2025-03-17 at 09.11.14

Vulva merupakan bagian organ intim wantia yang berfungsi dalam melindungi bagian dalam vagina serta berperan dalam aktivitas seksual. Ada banyak jenis penyakit yang bisa menyerah organ ini, salah satunya yaitu Kanker Vulva. Penyakit ini wajib Anda waspadai karena bisa menimbulkan komplikasi yang beragam.

Kanker Vulva ditandai dengan rasa nyeri, gatal dan panas di area Vulva. Sering kali muncul benjolan yang disertai luka. Yuk, cari tau seputaran penyakit ini dalam artikel berikut.

Apa itu Kanker Vulva ?

Kanker vulva adalah jenis kanker yang terjadi pada permukaan luar genitalia wanita. Vulva adalah area kulit yang mengelilingi uretra dan vagina, termasuk klitoris dan labia.

Kanker vulva umumnya terbentuk sebagai benjolan atau luka pada vulva yang sering menyebabkan gatal. Meskipun dapat terjadi pada segala usia, kanker vulva paling sering didiagnosis pada usia tua.

Faktor resiko :

Meskipun penyebab pasti kanker vulva tidak diketahui, faktor-faktor risiko tertentu meningkatkan resiko penyakit kanker vulva, antara lain:

  • Usia

Resiko Kanker Vulva meningkat seiring dengan bertambahnya usia, meskipun dapat terjadi pada usia berapapun.

  • Infeksi Human Papillomavirus

HPV adalah infeksi menular seksual yang meningkatkan resiko beberapa kanker, termasuk kanker vulva dan kanker serviks.

  • Merokok
  • Sistem kekebalan tubuh lemah

Sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti pada orang yang mengguanakan obat menekan sistem kekebalan tubuh, seperti mereka yang telah menjalani tranplatasi organ, dan orang yang terinfeksi HIV, memiliki peningkatakn resiko kanker vulva.

  • Riwayat kanker pada keluarga
  • Kondisi peradangan kulit kronis

Lincen Sclerosus, merupakan jenis penyakit peradangan kulit kronis dapat meningkatkan resiko kanker vulva.

Penyebab :

Alasan yang mendasari seseorang terkena kanker vulva masih belum pasti. Namun, mutasi genetik merupakan hal yang memicu timbulnya sel-sel abnormal tersebut.

Saat sel sehat bermutasi menjadi sel tumor atau kanker, maka pertumbuhannya menjadi tidak terkendali. Yang seharusnya mati, sel pun akan tetap tumbuh dan berkembang hingga menyebar ke organ lain.

Gejala Kanker Vulva :

Tanda dan gejala Kanker Vulva

  • Gatal pada vulva yang tak kunjung sembuh
  • Nyeri
  • Pendarahan bukan karena menstruasi
  • Perubahan pada kulit vulva seperti warna atau penebalan
  • Benjolan seperti kutil kecil atau dapat membesar.
  • Luka seperti borok pada vulva yang tak kunjung sembuh

Diagnosis Kanker Vulva        :

Untuk mendiagnosis kanker vulva, dokter akan menanyakan riwayat gejala secara terperinci, mencari faktor risiko terkait, dan kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada area genital, terutama pada vulva. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat membantu dalam mendiagnosis kanker vulva, adalah :

  • Biopsi : Sebagian kecil jaringan vulva akan diambil sampel jaringan untuk diperiksan dibawah mikroskop apakah ada tanda-tanda dari sel kanker. Selama prosedur biopsi, area tersebut akan dianastesi lokal dan pisau bedah atau alat pemotong khusus lainnya digunakan untuk menghilangkan semua atau sebagian besar dari area yang mencurigakan.
  • Pemeriksaan pencitraan : Digunakan untuk mecari apakah kanker telah menyebar ke jaringan sekitar panggul atau ketempat yang jauh. Pemeriksaan pencitraan dapat meliputi rontgen dada, CT Scan, MRI dan PET Scan.

Setelah terdiagnosis kanker vulva maka langkah selanjutnya adalah mendiagnosis stadium dari kanker vulva. Kanker vulva dibagi menjadi beberapa stadium yang meliputi:

  • Stadium I : kanker kecil yang terbatas pada vulva atau area kulit antara lubang vagina dan anus (perineum). Kanker ini belum menyebar ke kelenjar getah bening atau area lain dari tubuh.
  • Stadium II : kanker vulva menyebar ke bagian bawah uretra, vagina dan anus.
  • Stadium III :  kanker vulva telah menyebar ke kelenjar getah bening sekitar.
  • Stadium IV : kanker yang telah menyebar lebih luas ke kelenjar getah bening dan telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh.

Pengobatan Kanker Vulva     :

Pilihan pengobatan untuk kanker vulva tergantung pada jenis dan stadium kanker. Pilihan pengobatan yang dapat dilakukan adalah :

  • Operasi yang digunakan untuk mengobati kanker vulba meliputi :
  • Mengangkat kanker dan tepi jaringan yang sehat (eksisi). Prosedur ini, yang juga dapat disebut eksisi lokal yang luas atau eksisi radikal, melibatkan pemotongan kanker dan sejumlah kecil jaringan normal yang mengelilinginya. Dengan prosedur ini dapat membantu memastikan bahwa semua sel kanker telah dihilangkan.
  • Pengangkatan vulva. Pembedahan untuk mengangkat sebagian dari vulva (vulvectomy parsial) atau seluruh vulva, termasuk jaringan disekitarnya dan kelenjar getah bening sekitarnya, dapat menjadi pilihan untuk kanker dengan ukuran yang lebih besar. Biasanya kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi untuk mengecilkan kanker sebelum operasi dan setelah operasi.
  • Tetapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar radiasi berdaya tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi kadang-kadang digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran kanker vulva besar agar lebih mudah untuk dioperasi. Radiasi kadang-kadang dikombinasikan dengan kemoterapi, yang dapat membuat sel kanker lebih rentan terhadap sinar radiasi.

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah obat-obatan yang digunakan untuk membunuh sel kanker. Obat kemoterapi biasanya diberikan dengan suntikan atau infusan melalui vena di lengan atau diminum. Kemoterapi kadang-kadang dikombinasikan dengan terapi radiasi untuk mengecilkan kanker vulva besar agar lebih memudahkan. Kemoterapi kombinasi dengan radiasi jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pencegahan Kanker Vulva    :

Seperti penyebab dari kanker vulva yang belum diketahui secara pasti, maka upaya pencagahan yang dapat dilakukan adalah untuk menurunkan faktor risiko seseorang terkena kanker vulva meliputi :

  • Batasi jumlah pasangan seksual. Semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki, semakin besar resiko terkena HPV.
  • Gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Kondom dapat mengurangi resiko tertular HPV tetapi tidak dapat sepenuhnya terlindunginya.
  • Vaksin HPV. Anak-anak dan dewasa muda dapat diberikan vaksin HPV, yang melindungi dari strain virus yang diduga paling banyak menyebabkan kanker vulva.

Kapan harus ke dokter ?

Apabila terdapat luka yang tidak kunjung sembuh atau kelainan pada kulit sekitar genital atau terdapat gejala-gejala seperti di atas, diskusikan dengan dokter. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Picture of Dev RS Harapan insani

Dev RS Harapan insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *