Waspada! Gejala awal Kanker Serviks yang disepelekan

gejala-kanker-serviks

Kanker serviks adalah jenis kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berperan sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia ada potensi risiko mengidap kanker serviks. Akan tetapi, penyakit ini cenderung mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Virus ini masuk ke sel leher rahim, berkembang biak tak terkendali, hingga akhirnya merusak kinerja sel, memunculkan tumor, dan berubah menjadi kanker. Infeksi HPV sangat rentan menjangkit perempuan yang aktif secara seksual maupun yang daya tahan tubuhnya rendah. 

Harus diperhatikan, bahwa kanker mulut rahim (serviks) juga dapat menyerang perempuan yang masih sangat muda. Oleh karena itu, sangat penting bagi perempuan untuk memahami penyebab dan gejala kanker serviks agar dapat meminimalisir faktor risiko terkena penyakit ini. 

Penyebab Kanker Serviks            :

  1. Perilaku Seksual

Berganti pasangan lebih dari 6 kali atau berhubungan intim sejak usia di bawah 17 tahun dapat meningkatkan risiko hingga lebih dari 10 kali lipat. Berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti pasangan juga berisiko tinggi mengidap kondiloma akuminata (kutil di sekeliling kelamin).

  • Pil KB

Pil KB adalah penyebab kanker serviks selanjutnya. Mengonsumsi pil KB dalam jangka panjang (lebih dari 5 tahun) meningkatkan risiko hingga 2 kali lebih besar. Oleh karena itu, penggunaan pil KB perlu dalam pengawasan atau konsultasi kepada dokter.

  • Riwayat Kehamilan

Tahukah Anda bawah riwayat kehamilan juga bisa menjadi penyebab kanker serviks? Ya, hamil terlalu muda (sebelum 17 tahun) berisiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan hamil pada usia di atas 25 tahun. 

Selain itu, perempuan yang hamil lebih dari 3 kali semasa hidup juga berisiko tinggi mengidap kanker serviks karena sistem hormonal yang tidak stabil serta lemahnya kekebalan tubuh saat hamil.

  • Merokok

Kandungan zat kimia pada rokok bisa merusak sel jaringan serviks dan menurunkan kekebalan tubuh. Tubuh perokok (baik aktif maupun pasif) lebih rentan terinfeksi HPV 2 kali lipat dibandingkan yang tidak. Oleh karena itu, merokok dapat menjadi salah satu faktor risiko penyebab kanker serviks.

  • Gaya hidup tidak sehat

Terlalu sering stres, malas olahraga, dan pola makan tidak sehat mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi lemah sehingga tidak maksimal menghadang infeksi HPV. Oleh karena itu, pola hidup sehat jadi salah satu cara mudah untuk terhindar dari berbagai faktor risiko penyebab kanker serviks.

  • Faktor Genetik

Berikutnya, kanker serviks disebabkan oleh faktor genetik. Terlalu sering stres dan memiliki keluarga sedarah pengidap kanker serviks meningkatkan risiko hingga 2​​–3 kali lipat. Sebab, ketidakmampuan tubuh menangkal infeksi HPV bisa diturunkan ke generasi selanjutnya.

Gejala Kanker Serviks                    :

Kanker serviks adalah kanker yang membutuhkan waktu 10–20 tahun untuk berkembang dari sel sehat menjadi sel kanker. Dalam masa awal, gejala penyakit serviks pada wanita ini sangat samar, bahkan bisa tanpa gejala sama sekali. Hal ini sering menjadi penyebab banyak perempuan lalai akan gejala kanker serviks dan bahayanya. 

Sebagian besar perempuan baru tersadar untuk memeriksakan diri setelah ada gejala kanker serviks yang menonjol (terjadi pendarahan atau flek dari vagina). Padahal, keterlambatan diagnosis menjadikan angka kematian akibat kanker serviks sangat tinggi.

Diagnosis Kanker Serviks             :

  1. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
  2. Pemeriksaan Penunjang

Pengobatan Kanker Serviks        :

Upaya pengobatan kanker serviks dapat dilakukan melalui tindakan operasi dan terapi. Standar operasi pada kanker serviks adalah histerektomi radikal pada organ uterus, serviks, vagina, parametrium kanan & kiri, salpingo-ooforektomi bilateral, serta limfadenektomi kelenjar getah bening regional.

Pencegahan Kanker Serviks        :

Beberapa cara pencegahan kanker serviks, antara lain:

  • Skrining atau deteksi dini dengan tes IVA. Skrining dengan tes IVA dapat dilakukan dengan cara single visit approach atau see and treat program, yaitu bila didapatkan temuan IVA positif dan direkomendasikan untuk konfirmasi diagnostik dengan pemeriksaan kolposkopi. Pada wanita usia 21–29 tahun yang memiliki dua atau lebih hasil sitologi negatif berturut-turut, skrining dapat dilakukan dalam interval waktu yang lebih besar ( > 3 tahun).
  • Wanita berusia antara 21–29 tahun harus pap smear setiap 3 tahun sekali.
  • Lakukan vaksin HPV dan vaksin kuadrivalen.

Walaupun termasuk penyakit yang sangat berbahaya, kanker serviks dapat dicegah. Maka dari itu, pastikan Anda menerapkan pola hidup sehat seperti rajin olahraga dan konsumsi makanan bergizi. Imbangi juga kebiasaan tersebut dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Picture of Dev RS Harapan insani

Dev RS Harapan insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *